Dugaan Pemalsuan Surat Riwayat Tanah Terus Bergulir Di PN Gresik

0
205

GRESIK, BrataPos.com – Kasus dugaan pemalsuan membuat surat riwayat tanah yang dituduhkan kepada terdakwa Kepala Desa Prambangan Fariantono (48) warga Desa Prambangan Kebomas Gresik digelar sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Kamis (14/9/17) di ruang sidang cakra.

Sidang yang diketuai majelis hakim Putu Mahendra., SH.MH itu mengagendakan pembacaan Esepsi dari pihak Penasehat Hukum (PH) terdakwa. Dalam sidang pembacaan Esepsi itu dihadiri puluhan keluarga dari terdakwa, untuk menyaksikan secara langsung persidangan.

Isi dalam surat Esepsi yang dibacakan oleh Penasehat Hukum terdakwa, Agus Setiono., SH menerangkan, isi dakwaan JPU dinilai tidak tepat, karena menurut pasal 143 ayat (3) KUHAP surat dakwaan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b yaitu batal demi hukum.

“Surat dakwaan dari JPU tidak memenuhi pasal dan batal demi hukum. Dakwaannya JPU tidak cermat tidak lengkap dan tidak jelas yang dituduhkan terhadap terdakwa Fariantono terkait membuat surat riwayat tanah,” katanya.IMG20170914110208

Pekan lalu yang mengagendakan sidang dakwaan, JPU mendakwa sesuai dengan BAP dari Ditreskrimum Polda Jatim dengan pasal 263 ayat (1) KUHP.

Lanjut Agus, surat dakwaan JPU batal demi hukum, saya minta kepada Panitera Pengadilan Negeri Gresik untuk mencoret perkara ini, dan membebaskan terdakwa Fariantono dari segala dakwaan JPU, imbuhnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gresik Lila Prihasti., SH.MH saat dimintai komentar oleh wartawan terkait Esepsi dari Penasehat Hukum terdakwa,  dirinya tidak banyak berkomentar hanya menyampaikan, saya akan menanggapi esepsi terdakwa secara tertulis saja ya mas tunggu saja tanggal (28/9/17), katanya.

Setelah selesai sidang terdakwa Kepala Desa Prambangan Fariantono, sidang dilanjut dengan pembacaan esepsi dari terdakwa Suliono, dan Ayuni berkas terpisah.

Perlu diketahui kasus ini bermula Felix Soesanto pengusaha asal Surabaya melaporkan Kepala Desa Prambangan Fariantono dan dua warga Prambangan Suliono serta Ayuni ahli waris dari Kaskan CS terkait dituduh membuat surat keterangan riwayat tanah palsu ke Polda Jawa Timur tanggal 28 April 2017 dengan nomor polisi B/606/SP2HP-4/IV/2017/Ditreskrimum tentang tindak pidana pemalsuan surat atau tindak memberikan keterangan palsu.(Jml)

Facebook Comments