Rentenir Menyiksa Orang Miskin

0
1062

GRESIK, BrataPos.com – Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, sebuah peribahasa inilah yang pantas bagi Siti Khomsah (44) Wanita paruh baya asal Desa Gedangkelut Cerme Gresik terpaksa diadili di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Selasa, (12/9/17) di ruang Tirta.

Agenda sidang kali ini yang diketuai Majelis Hakim Fitria Made Maya untuk pemeriksaan terdakwa. Saat majelis Hakim melontarkan pertanyaan kepada wanita paruh baya ini, kenapa terdakwa meminjam uang sebesar satu juta buat apa….?, buat makan untuk kebutuhan sehari-hari ibu, katanya sambil meneteskan air mata.

Fitria lebih jauh melontarkan sebuah pertanyaan, apakah saudara terdakwa menyesali perbuatannya….? saya menyesal ibu Hakim uang sebesar 1 juta buat kehidupan saya, karena saya bekerja serabutan,” jawaban terdakwa mengharukan seisi orang didalam ruang sidang.

Hutang yang melilit terdakwa ini berawal pinjaman 1 juta dengan jaminan perhiasan emas, namun  perhiasan emas yang dijaminkan itu diduga palsu alias imitasi, sehingga dari pihak peminjam (rentenir) melaporkan ke polisi.IMG20170912154314

Fitria melanjutkan, saudara terdakwa pinjam uang 1 juta buat mencukupi kehidupan sehari-hari, cara untuk mengembalikannya bagaimana tanya majelis hakim…!!? Mengejutkan memang sebuah lontaran yang keluar dari terdakwa, saya pinjam uang 1 juta namun bunganya 500 ribu bu hakim selama 10 bulan, mendengar jeritan yang menimpa terdakwa terkait ekonomi terkejut seisi orang ruang sidang, lantaran bunganya terlalu besar.

Terdakwa dengan suaminya tidak mempunyai penghasilan tetap, maka bunganya semakin melambung, akibatnya tidak bisa membayar.

Lanjut Fitria, hubungan terdakwa dengan rentenirnya (korban) sudah berdamai dan sudah saling memaafkan, dengan tujuan agar situasi di Desa kondusif. Kesadaran masyarakat yang harus disadarkan, agar meminjam itu pada tepatnya.

“Kami minta kepada perangkat Desa agar ikut mengawasi warganya untuk pinjam uang itu kepada koperasi dan bank. Perangkat Desa harus menjaga harmonisasi di Desa,” pintanya yang kebetulan dihadiri oleh petinggi Desa Gedungkelut.

Sedangkan Kuasa Hukum terdawa Sulton Sulaiman mengatakan, sidang beragendakan Pemeriksaan Terdakwa, apa yang didengar semua pihak terdakwa cukup jujur dihadapan mejelis hakim dan mumuaskan.

“Perangkat Desa seharusnya ikut berperan dalam kasus ini. Dan seharusnya perangkat Desa bisa meredam dalam perkara ini, tidak seharusnya kasus ini sampai dibawa ke meja hijau,” katanya.

Hukum tajam ke bawah tumpul  diatas, kasus seperti ini saja dibawa ke Pengadilan ini kan hanya kasus kecil.

“Saya berharap kepada JPU agar mempunyai Sisi kemanusian dan keadilan, karena ini terdakwa tulang punggung keluarga, dan apa yang keluar kata-kata dari mulut terdakwa terlalu polos,” tutup Sulton.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan JPU. (jml)

Facebook Comments