Tulisan “Nyodot” Membawa Ahli Waris Duduk Dikursi Pesakitan

0
254

GRESIK, BrataPos.com – Kasus memasang banner di tanah yang menjadi sengketa antara Felix Soesanto dengan Ayuni dengan tulisan menghina kepada Felix yang dilakukan oleh kedua terdakwa Kholis (38 tahun) warga Jl. Mayjen Sungkono 5A Desa Prambanan, dan terdakwa Suliono (51 tahun) warga Jagongan Kelurahan Gulumantung Kebomas, duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Kedua terdakwa tersebut duduk di kursi pesakitan lantaran Felix tak terima namanya dihina setelah itu Felix melaporkan ke Polres Gresik. Kemarin Rabu (6/9/17) kedua terdakwa menjalani agenda sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik dipimpin oleh majelis hakim Agung Ciptoadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gresik, Alifin N Wanda., SH dalam dakwaannya menyampaikan, bahwa pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 sekitar pukul 13.00 WIB bertempat di lahan pergudangan PT. Bumi Benowo yang beralamat di Desa Prambangan, kedua terdakwa dinilai telah melakukan tindak pidana dengan cara menyerang kehormatan atau nama baik seseorang yang dilakukan melalui tulisan, gambar yang dipertunjukkan ke muka umum.IMG-20170907-WA0017

“Akibat tindak pidana yang dilakukan kedua terdakwa dengan cara membuat foto dan banner berisi tulisan menghina, keduanya di dakwa dengan pasal 310 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” beber jaksa.

Lanjut Alifin, Tulisan di banner yang dibentangkan di didepan lahan pergudangan milik saksi atau korban (Felix) dilihat atau dibaca orang banyak. Tulisan Nyodot dan foto saksi atau korban di banner tersebut yang dipermasalahkan. Pasalnya, istilah Nyodot mempunyai arti mengambil atau menguasai secara tidak sah atau diam-diam.

“Aksi nekat kedua terdakwa yang membuat banner ini di picu pada masalah jual beli tanah yang dilakukan antara ahli waris yakni terdakwa Suliono dan Felix Soesanto (di gugat perdata dan belum di putus di PN Gresik, red),” sambungnya.

Alifin menambahkan, perkara ini murni tidak ada kaitannya dengan perkara perdatanya atau kasus sengketa tanah, ini murni pidana dengan pencemaran nama baik korban (Felix), tambahnya.

Sementara itu, terdakwa Suliono juga menjadi terdakwa dalam perkara pemalsuan surat keterangan riwayat tanah bersama dengan ibunya Ayuni dan Kades Prambangan Feriantono. Dalam waktu dekat perkara ini akan segera di sidangkan di PN Gresik.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Agung Ciptoadi ini akhirnya ditunda Kamis depan dengan agenda  Eksepsi dari kuasa hukum kedua terdakwa. (Bnd/Jml)

Facebook Comments