Pemda Gresik Menyerahkan Sepenuhnya Kasus Kades Prambangan Ke Kejaksaan

0
276

GRESIK, BrataPos.com – Paska Kepala Desa Prambangan Kebomas Fariantono di jebloskan ke rumah tahanan oleh Kejari Negeri Gresik Senin kemarin (28/817) sekitar jam 19.00 wib, dalam kasus membuat surat keterangan riwayat tanah yang diduga palsu, pelayanan tetap berjalan, namun ruangan Kades tertutup rapat dan terkunci.

Suyono kepala bagian humas pemda Gresik mengatakan, pemerintah daerah (pemda) sendiri menyerahkan semuanya proses hukum ke kejaksaan dan ke pengadilan. Nantinya fakta-fakta dalam persidangan dibeberkan dihadapan hakim dan jaksa.
Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak karena kasus ini sudah di Kejaksaan, dan Fariantono sudah ditahan. Namun kasus ini bisa jadi praduga tak bersalah, dan bisa juga praduga tak bersalah, kita tunggu putusan hakim.” katanya kemarin (29/8/17) setelah mengikuti peresmian gedung RS Ibnu Sina.IMG20170828141732
Disinggung soal ke kosongan kedudukan Kepala Desa Prambangan lanjut Suyono, pemerintah daerah terus memantau terkait pelayanan kepada masyarakat.
“Walaupun Kadesnya sekarang ditahan oleh Kejaksaan pelayanan tetap jalan seperti biasanya. Kita tunggu hasil putusan hakim yang nantinya menyidangnya. ini kan belum inkrah masih belum mempunyai kekuatan hukum. Namun bila hakim memutuskan bersalah kita serahkan ke masyarakat prambangan melalui rapat-rapat yang nantinya di pantau oleh pemda.” jelasnya.
Perlu diketahui kasus ini bermula Felix Soesanto pengusaha asal Surabaya melaporkan Kepala Desa Prambangan Fariantono dan dua warga Prambangan Suliona serta Ayuni terkait membuat surat keterangan riwayat tanah palsu ke Polda Jawa Timur tanggal 28 April 2017 dengan nomor polisi B/606/SP2HP-4/IV/2017/Ditrekrimum. tentang tindak pidana pemalsuan surat atau tindak memberikan keterangan palsu dalam akte otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP. (jml)
Facebook Comments