Gedung RS Senilai 92 Milyard Diresmikan

0
133

GRESIK, BrataPos.com – Gedung Gawat Darurat Terpadu  dan Ramp Gedung VIP RSUD Ibnu Sina Gresik, yang berlantai IV diresmikan oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto Selasa (29/8/17). Hitungan satu, dua, tiga gedung tersebut resmi dinyatakan dibuka dan di operasionalkan.

Sebelum masuk ke gedung RS yang ber lantai IV itu terlebih dahulu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sambari, serta pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik oleh Ibu Maria Ulfa Sambari, serta pelepasan merpati dari depan pintu masuk gedung Gawat Darurat terpadu. Peresmian gedung tersebut Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim, Anggota Forkopimda Gresik, serta dari TP PKK Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, peresmian gedung RS Ibnu Sina ini serasa istimewa, karena bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun RSUD Ibnu Sina yang ke 42. Dengan usia yang sudah matang ini, RS Ibnu Sina bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Pasien adalah nomer satu, pasien harus di utamakan, jangan sampai menelantarkan pasien. Jangan sampai pasien banyak antri menunggu tapi ternyata dokternya tidak ada. Hal ini jangan sampai terjadi,” pintanya. IMG20170829114229

Lanjut Sambari, dengan peresmian gedung baru ini tentunya pelayanan akan lebih meningkat, karena banyak penambahan mulai dari sarana dan prasarana maupun sumber daya manusianya.

“Kalau dulu jumlah tempat tidur di UGD hanya 16, sekarang menjadi 26, ini tambahan luar biasa. Demikian juga jumlah dokter dan perawatnya yang semakin bertambah, serta sarana prasarana yang lain tambah baik dan modern,” sambung Sambari yang didampingi Mohammad Qosim.

Sementara Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik, Endang Puspitowati kepada kabag Humas Suyono mengatakan, setelah pembangunan gedung baru ini ada penambahan jumlah tempat tidur (TT).

“Awalnya dulu hanya 232 tempat tidur, setelah penggunaan gedung UGD terpadu dan ramp gedung VIP saat ini menjadi 328 tempat tidur. Pada tiga bulan kedepan, RS Ibnu Sina akan naik kelas dari RS type B non Pendidikan menjadi RS type B pendidikan,” Jelas Endang.

Perlu diketahui pembangunan RS Ibnu Sina ini dilaksanakan tiga tahap. Dulu tahun 2013 dilakukan perencanaan. Mulai pembangunan Tahap I dilaksanakan pada tahun 2014, tahap II pada 2015, dan tahap III pada 2016. Pembangunan gedung UGD terpadu ini ada 4 lantai, lantai I digunakan untuk IGD, bank darah, laboratorium dan farmasi. Lantai II dipakai sebagai Rawat Inap kelas III.

Sedangkan untuk Lantai III digunakan untuk NICU, dan Ruang bersalin, untuk lantai IV digunakan untuk ruang operasi. Pembangunan Gedung tersebut menelan biaya senilai Rp. 92 Milyard, dari nilai pagu sebesar Rp. 112 Milyard dari sumber dana APBD Gresik. Untuk membangunan gedung tersebut dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya, dan PT Sasmita. (jml)

Facebook Comments