Peredaran Obat Terlarang Semakin Merajalela

0
43

SURABAYA, BrataPos.com – BNNP Jatim kembali menunjukan prestasi dalam pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, dalam pimpinan Brigjen Pol Fatkhur Rahman kali ini berhasil membekuk dua(2) kurir sabu lintas daerah dan 1 pemasok sabu.

Ketiga tersangka yang berhasil dibekuk itu antara lain, IRW (29) berperan sebagai kurir, ABD MR (43) juga berperan sebagai kurir dan satu lagi DBS (50) terpaksa ditembak mati, lantaran mencoba merebut senjata petugas yang memintanya untuk menunjukan barang bukti ditempat persembunyiannya, DBS adalah penerima sabu.

Penangkapan jaringan narkoba lintas daerah itu, berawal dari informasi yang didapat BNNP Jatim tentang akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu dari Aceh yang hendak dikirim ke Kota Surabaya.

Dari informasi awal itu, petugas bidang pemberantasan BNNP Jatim langsung melakukan identifikasi, terkait kelompok dan jaringan mana yang bakal mengirim sabu melalui bandara juanda.

Kemudian kami mencoba bergerak dan langsung turun di lapangan, ternyata ini jaringan Aceh. Dari situ anggota juga mencurigai dua nama, IRW dan ABD MR, kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, saat jumpa pers Jumat (11/8/2017) malam.

Petugas yang sudah mengantongi dua nama kurir sabu jaringan Aceh ini langsung menyanggongnya dipintu kedatangan Bandara Juanda Surabaya. Setelah tahu dua targetnya, petugas dengan sabar terus membuntuti keduanya.

Memang petugas harus sabar begitu keduanya hendak turun di Bandara Juanda, anggota masih terus membentutinya, hingga akhirnya sampai disuatu tempat keduanya menyerahkan (sabu),ke DBS, lanjut perwira bermelati dua itu.

Setelah kedua kurir sabu ini bertemu dengan DBS, barulah kemudian petugas bergerak cepat membekuk keduanya disalah satu kawasan di Surabaya, Kita tangkap saat mereka bertiga bertransaksi, tandasnya.

Selanjutnya petugas lantas meminta DBS agar menunjukan tempat menyimpan serbuk haram itu. Namun hal itu tak berlangsung mulus, DBS terus berontak, hingga sempat merebut senjata api milik petugas yang mengelernya, Hingga akhirnya petugas mencoba melumpuhkannya, sayang nyawa DBS tak tertolong, Yang bersangkutan meninggal di RS Bhayangkara Polda Jatim, jelas perwira menengah berperawakan kekar itu.

Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan 4 bungkus sabu dengan berat 1020 gram, 9 bungkus sabu 425 gram, 4 handphone, 2 boarding pass Lion Air dan 2 pasang sepatu yang diperuntukan untuk mengelabuhi petugas.

Ternyata tersangka menyimpannya sabu-sabu itu didalam sol sepatu yang dipakainya, papar perwira yang pernah bertugas di Bareskrim Polri.

Tersangka  pada kasus ini terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.(Bnd)

Facebook Comments