DJ Katty Jadi Saksi Sidang Kasus Dugaan Penipuan Di Pengadilan Negeri Kepanjen

0
20

MALANG – Sidang kasus dugaan penipuan di Kantor Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, menghadirkan  seorang Disk Jockey (DJ) ternama Katty Butterfly (29), Kamis (3/8/2017). DJ Katty asal Thailand itu,  selama dua jam dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh M. Nur Iman Winata alias Umar selaku Direktur Level Nine Jakarta yang juga manajemen dari DJ Katty Butterfly.

Sidang dipimpin Safrudin SH selaku Ketua. Serta Haga Sentosa SH dan Sutiyono SH, selaku anggota majelis hakim. Dalam persidangan, hakim  meminta dan mendengarkan keterangan saksi DJ Katty  terkait kasus penipuan yang dilaporkan manajemen Hawai Waterpark Malang. Kasus ini bermula saat DJ Katty, gagal hadir dalam acara pergantian tahun 2016 menuju tahun 2017 lalu.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Malang, Ary Kurniawan SH mengatakan, sidang dengan menghadirkan saksi artis DJ Katty Butterfly merupakan sidang keempat yang digelar di PN Kepanjen dalam kasus dugaan penipuan oleh terdakwa.
“Dengan menghadirkan saksi artis DJ Katty Butterfly di Persidangan bisa memperjelas pembuktian adanya penipuan dari terdakwa yang juga pimpinan manajemen Level Nine tersebut,” ungkap Ary Kurniawan SH.

Sementara itu, dalam keterangannya di persidangan, DJ Katty membeberkan ketidakhadirannya dalam acara di Hawai Waterpark Malang pada Malam Tahun Baru 2017 lalu lebih disebabkan oleh tidak adanya kejelasan dari pembayaran nilai kontrak sebelum tampil.

Yang mana, pihaknya menunggu pembayaran kontrak sesuai perjanjian. Namun hingga 30 Desember 2016, nilai pembayaran sebesar 70 persen dari tarif tampil di Hawai Waterpark yang totalnya mencapai Rp 70 juta,  belum juga di transfer ke rekeningnya. Bahkan, hingga sekarang tidak ada transfer uang kontrak yang masuk ke rekeningnya.

“Sejak awal kami sudah meminta kontrak dibayar dahulu oleh manajemen Level Nine sebelum tampil di Hawai Waterpark Malang. Karena tidak ada pembayaran kontrak ya kami tidak tampil, dan kami hanya bisa menunggu di apartemen di Jakarta,” terang Katty melalui penerjemah bahasa Inggris di PN Kepanjen.

Diakui Katty, dirinya menanda tangani kontrak dengan manajemen Level Nine sekitar dua bulan sebelum tampil di Hawai Waterpark Malang pada malam pergantian tahun 2016 ke 2017. Dan dirinya sudah bersiap diri untuk tampil.

Akan tetapi, pada tanggal 30 Desember pihaknya telah menghubungi dan meminta transfer pembayaran kontrak tampil ke manajemen Level Nini pimpinan terdakwa, tapi tidak kunjung diberikan.

Dan pada tanggal 31 Desember 2016, dirinya sudah langsung mengirim permintaan maaf kepada para penggemarnya di Jawa Timur khususnya Malang melalui Instagram jika dirinya, tidak bisa tampil.

“Kami sedih telah mengecewakan para fans saya. Tapi mau bagaimana lagi permintaan pembayaran kontrak tidak ada kepastian,” ujar Katty.

Tindakan gagal tampil di Malang tersebut, tambah Katty, dilakukannya karena tidak ingin pembayaran kontrak usai tampil di Bali dan Makasar terulang kembali.(*Red)

Facebook Comments