Hamili Tetangga Sendiri, Pria Beristri Berikan Obat Perontok Kandungan

0
54

JOMBANG – Sungguh ironis yang dilakukan IQ (22), warga Kecamatan Jogoroto, Jombang. Usai menghamili tetangganya yang masih di bawah umur, dia tidak mau bertanggung jawab. Justru sebaliknya, pria beristri ini justru memberikan ramuan kepada korban agar kandungan tersebut rontok.

Hanya saja, nasib berkehendak lain. Kandungan tersebut tetap subur. Hingga akhirnya, korban sebut saja Mawar (16) melaporkan kasus ini ke polisi. “Pelaku sudah kita tangkap. Sementara korban saat ini melahirkan jabang bayi yang dikandungnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat, Rabu (2/8/2017).

Norman menjelaskan, peristiwa itu bermula saat IQ mengajak jalan-jalan Mawar untuk cari makan, Kamis (5/11/2015). Karena saling kenal, korban menuruti ajakan pelaku. Namun saat di sebuah kebun, pelaku menghentikan motor lalu mengajak korban melakukan hubungan badan.

Karena tahu kalau pelaku sudah memiliki istri dan anak, pelaku langsung menolak ajakan pelaku. Mendapat penolakan itu, IQ justru semakin bersemangat. Bujuk rayu ia lakukan. IQ akan bertanggungjawab dan menceraikan istrinya. Singkat cerita, korban akhirnya termakan bujuk rayu hingga menuruti kemauan pelaku. Puncaknya korban tidak datang bulan yang ternyata dalam kondisi hamil.

Mengetahui dirinya hamil, korban menceritakan kehamilan yang dialaminya kepada pelaku. Mendengar pengakuan korban, pelaku panik. Akhirnya pelaku memilih memberikan sebuh ramuan jamu. Hanya saja meski sudah 10 kali meminum ramuan jamu, ternyata korban tetap tidak datang bulan.

Bukan itu saja, pelaku juga mengatakan akan mengajak ke tukang urut agar kandungan korban rontok. Namun belum sempat ke dukun, kehamilan korban diketahui pihak keluarga yang mana akhirnya dilaporkan ke polisi.

“Selain menangkap pelaku, kami juga menyita barang bukti diantaranya pakaian korban dan pelaku saat peristiwa persetubuhan terjadi. Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkas Norman. (*Red)

Facebook Comments