Diduga Tidak Kuat Menanjak, Truk Fuso Tewaskan 2 Bocah

0
49

BOGOR – Tabrakan beruntun akibat sebuah truk fuso yang tidak kuat menanjak di Tanjakan Cimande, ruas jalan Bogor-Sukabumi, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Bogor, Senin 10 Juli kemarin masih menyisakan luka mendalam. Dua bocah perempuan yang baru saja selesai berlibur di rumah neneknya menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.

Kakak beradik asal Cilegon, Banten, Nayla Dinar Raisa (10) dan Alika Kindandia Fatika (6), tewas seketika setelah truk fuso berjalan mundur dan menabrak mobil Honda Jazz yang mereka tumpangi bersama orangtua dan saudara mereka.

Keduanya tewas bersama Pramuditha (30), sopir yang juga saudara korban. Sementara kedua orangtua kakak beradik itu, yang juga menumpangi Honda Jazz, Dadan Taufiq Hidayat (35) dan Anita Aprilia (34), hingga kini masih menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Ciawi.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Nayla dan Alika beserta kedua orangtuanya hendak pulang ke rumah mereka di Desa Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, usai menikmati liburan di rumah neneknya di wilayah Sukabumi.

“Selama berlibur cucu saya tinggal di rumah neneknya (orang tua Anita) di Sukabumi. Karena liburan sekolah mau habis, kedua orangtuanya jemput dan membawa mereka pulang,” ujar Slamet (57) ayah kandung Dadan saat ditemui di RSUD Ciawi, Senin petang.

Namun nahas, saat melintasi Tanjakan Cimande, mobil Honda Jazz warna hitam yang mereka tumpangi ditabrak fuso pengangkut tanah yang bergerak mundur. Diduga truk yang dikemudikan Diky Alfian (25) tidak kuat menanjak.

Mobil tersebut ikut terseret truk yang bergerak kencang dan baru berhenti setelah menabrak truk pengangkut air galon.

Tubuh kelima orang itu tergencet atap dan dashboard mobil. Kakak beradik dan sopir seketika menemui ajal akibat benturan keras.

Ibu kandung Anita, Pipih (67), yang tiba di rumah sakit terus menitikkan air mata. Ia berulang kali menjerit histeris sambil memanggil nama kedua cucunya.

Selepas pulang dari Sukabumi, Pipih mengaku pikirannya tidak tenang. Ia selalu teringat kepada kedua cucunya itu.

“Mamah teu ngenah hate (Mamah tidak enak perasaan),” kata Pipih sambil menangis histeris.┬áKeluarga dan kerabat terus berupaya menenangkan Pipih yang tidak mampu membendung kesedihannya itu.(*Red)

Facebook Comments