Polres Gresik Grebek Pabrik Penggiling Padi

0
429

GRESIK, BrataPos.com – Tim Satgas pangan yang dikomandoi Wakapolres Gresik, Kompol Wahyu Pristha Utama, didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, dan dibantu oleh Kanit Pidana Ekonomi Iptu Turkhan, melakukan penggerebekan di gudang penggilingan padi yang beralamat Jl. Terong Bangi Timur RT 03 R W 02 Desa Kandangan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Minggu (28/5/17) jam 15.00 wib.

Dalam penggerebekan itu Satgas pangan Polres Gresik melibatkan Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik guna memastikan berapa kerugian dari Dinas Pertanian, dan betapa bahayanya bila beras diberikan bahan cairan pencuci piring merk Sunlight.

Berdasarkan Laporan Polisi  (LP) /.A/V/2017Jatim/Res Gresik, Tanggal 24 Mei 2016 dari masyarakat gudang UD Talang Mas tidak hanya menggiling padi, namun hasil penggilingan padi yang sudah menjadi beras diberikan bahan cairan pencuci piring merk Sunlight sehingga menjadi putih kinclong.IMG20170528152910

“Menindak lanjuti laporan masyarakat, kami langsung melakukan penyelidikan dan hari ini kita langsung melakukan penggerebekan yang diketahui pemiliknya inisial S (42 tahun) warga Cerme Gresik,” kata Wakapolres Gresik, Kompol Wahyu Pristha Utama, didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, dan Kanit Pidana Ekonomi Iptu Turkhan.

Menurut keterangan sementara dari empat saksi termasuk pemilik usaha, terungkap bahwa usaha penggilingan beras itu sudah beroperasi sejak 2013.

“Hasil produksi beras yang dicampur Sunlight itu kemudian dikemas oleh pemilik dengan merk Candrawasih Spesial dan Ikan Paus. Selanjutnya pelaku memasarkan di daerah pasar tradisional di wilayah Gresik,” jelas Kompol Wahyu.

Proses produksi beras yang dilakukan pelaku S, terlebih dahulu yang masih terbentuk gabah di taruh diplaster kemudian disedot oleh alat penyedot sehingga masuk ke mesin pemecah gabah, lalu jadilah beras, tetapi masih keadaan kotor.

“Setelah itu beras dimasukan lagi ke mesin poles yang sudah dimodifikasi oleh pelaku, namun didalam mesin tersebut sudah ada jurigen yang berisi air yang sudah dicampur dengan cairan sunlight. Hasilnya beras yang awalnya berwarna kecokelat menjadi putih, lalu dimasukan ke dalaam karung yang beratnya 25 kilo gram,” imbuhnya Wahyu.

Sri Hermiyati, Kepala seksi farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mengatakan, bahwa beras yang telah diputihkan menggunakan cairan sunlight itu sangat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi.

“Itu (deterjen) kan untuk pencuci peralatan dapur, jelas bisa menimbulkan penyakit pencernaan pada orang yang mengkonsumsi beras itu,” kata Sri Hermiyati saat ikut mendampingi penggrebekan gudang sekaligus tempat penggilingan padi.

Dari hasil penggerebekan, polisi menyita puluhan ton gabah, beras yang siap edar, mesin penggiling, serta mesin pencampur diterjen sunlight, dan juga menyegel gudang.

Dalam perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 136 huruf a dan b UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Setiap orang yang malakukan produksi  pangan untuk diedarkan yang dengan sengaja menggunakan bahan tambahan pangan melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan atau bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan, ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara, atau denda paling banyak RP. 10.000.000.000,- (sepuluh milliar rupiah). (jml/mhd)

 

Facebook Comments