Izin Belum Lengkap, PT. Golden Artha Jaya Mulai Bermain Penjualan

0
2687

GRESIK, BrataPos.com – Masyarakat mulai berbondong-bondong untuk mendapatkan hunian perumahan murah, sehingga para Pengembang Property Real Estabe (PPRE) memanfaatkan antusiasmenya masyarakat dengan hal cara apapun yang dilakukan, sehingga mendapatkan keuntungan lebih besar.

Seperti yang dilakukan oleh Property Real Estabe And Land PT. Golden Artha Jaya yang berkantor di Ruko Grand Menganti kav.08 Jl. Raya Sidomulyo No.121, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang mengembangkan hunian “Golden City Residence” yang diduga “Plokoto Konsumen”, Senin (22/5/17).

Setelah Tim Kuda Tuli yang tergabung dari beberapa media untuk klarifikasi ke PT. Golden Artha Jaya terkait beredarnya dimasyarakat, bahwa tidak ada kegiatan dalam melakukan pengurukan lahan, dan lahan pun belum ada yang dibebaskan, dan pengembangpun tidak pernah menunjukan Legal penguasaan lahan, ijin lokasi dari BPN Gresik, bukti penguasaan objek lokasi project, seakan-akan semua itu yang dilakukan PT. Golden Artha Jaya diduga mengelabuhi konsumen untuk memperkaya diri.

Agus selaku pihak pengembang mengatakan, lokasi yang nantinya dijadikan projek perumahan setatus tanahnya masih sebagian belum dibebaskan sementara ini masih sekitar 20 persen saja yang sudah dikuasai.IMG20170522154535

“Tanah yang mau di bangun perumahan itu masih banyak pohon tebu, jadi saya menunggu panennya dulu dari petani, sehingga BPN tidak bisa mengukur dan melakukan pengurukan. Namun untuk izin masih dalam tahap proses,” ngelaknya Agus (22/5/17).

Agus menambahkan, memang sementara ini untuk pembangunan perumahan belum mengantongi izin Mendirikan Bangunan (IMB), Set Pland BPN tidak ada, Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) juga tidak ada, bahkan izin ke pihak kepolisian menganti untuk keamanan lingkungan tidak ada.

“yang penting kita jualan saja, kalau soal izin kita pikirkan dikemudian hari aja, yang terpenting dagangan kita laku, lagi pula semua izin dalam pengurusan tenang saja,” kata Agus, seakan – akan ini diduga mengelabuhi konsumen.

Diwaktu yang sama, Gigih Prasetyo selaku komisaris PT. Golden Artha Jaya mengatakan kepada awak media, kalau yang dipertanyakan soal perizinan lebih baik sampean tanya kepada Agus saja mas, karena dia yang mengurus dalam pengurusan izin.

“Jadi disini semua sudah ada bagiannya tersendiri, atau lebih baik tanya kepada Hoirul untuk menjelaskan rekan-rekan semuanya,” kata Pras sapaan akrabnya Gigih Prasetyo, seakan semua ini melepaskan dari tanggung jawab, padahal Pras selaku komisaris PT. Golden Artha Jaya, seharusnya dia yang bertanggung jawab.

Perlu diketahui yang diatur dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman pasal 152 menerangkan, “setiap orang yang menjual satuan lingkungan perumahan atau lisba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 137 dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000.- (Lima Ratus Milliar). (jml/tim)

 

Facebook Comments