Kobaran Api Di Ungres, Mahasiswi Kalang Kabut Menyelamatkan Diri

by
IMG_20170426_114929

GRESIK, BrataPos.Com – Percikan api dan asap tiba-tiba muncul di gedung kampus Universitas Gresik (ungres) Jalan Arief Rahman Hakim N0 2 B Gresik kemarin, (26/4/17).

Ratusan mahasiswi pun yang sedang mengikuti mata kuliah diruangan kampus sontak berteriak dan berlarian meninggalkan gedung kampus lantaran melihat kobaran api dan asap yang semakin mengepul.

Tangisan pun terus menghujani dari wajah mahasiswi di area gedung kampus, lantaran sebagian teman-teman mereka ada yang terjebak di gedung kampus.

Warga sekitaran gedung kampus panik melihat api yang semakin meraja lela, warga segera menyelamatkan diri serta mengevakuasi harta bendanya.IMG_20170426_115032

Dalam hitungan menit mobil pemadam kebakaran dan beberapa relawan dari Muhammadiyah Distate Medical Center (MDMC) serta tim medis dari beberapa rumah sakit, tiba di lokasi untuk memadamkan sijago merah, berselang 1 jam api dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran.

Namun petugas pemadam kebakaran tidak hanya fokus untuk memadamkan sijago merah, petugas sambil mengevakuasi korban yang terjebak di dalam ruang kampus, dan sambil meneriaki petugas kesehatan, untuk segera dilakukan pemeriksaan.

Satu persatu korban berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran, yang mengandeng TNI Polli, Satpol PP Linmas dan petugas Kesehatan.

Percikan api dan kepulan asap itu hanyalah simulasi atau peragaan penanganan kebakaran gedung bertingkat yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik.

Abu Hasan Kepala BPBD Kabupaten Gresik mengatakan, latihan kesiapsigaan bencana ini dalam rangka hari kesiapsoagaan bencana yang sudah diperingati sejak sepuluh tahun lalu.

“simulasi nasional inidigelar serentak dalam rangka menghadapi bencana, sehingga nantinya kalau bencana datang sudah siap untuk menghadapi.” Jelasnya.

Rektor Universitas Gresik (ungres) Prof. Sukiat mengatakan, simulasi ini kita menyambut baik atas promosi kesiapsiagaan bencana kedalam mata kuliah wajib yang harus ditempuh setiap mahasiswa.

“saya menyambut dengan bangga inisiatif BPBD dalam penanggulangan bencana, kami juga akan memasukkan kurikulum kedalam matakuliah sekurang-kurangnya dua SK. Kami juga siap menerjunkan mahasiswa/mahasiswi menjadi relawan BPBD,” paparnya.

Dalam simulasi ini BPBD menggandeng beberapa instansi yakni, Tentara Nasioanal Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran, tim keamanan internal kampus, dan beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Gresik. (jml)

 

Facebook Comments