Jual Beli Stand Pasar Bandarejo Sememi Semakin Memanas

0
321

SURABAYA-BrataPos.Com, Jual – Beli Stand Pasar Bandarejo Sememi yang dulunya masih simpang siur, Akhirnya salah seorang Korban bernama Sunyoto berani mengadu ke Polrestabes Surabaya meminta untuk dimediasi. Berdasarkan surat panggilan yang ditujukan kepada Mujiono dengan Nomor : B/1433/III/2017/Satbinmas, Tertanggal 17 Maret 2017 yang akan ditempatkan diruang Rapat Hoegeng Bag Ops Polrestabes Surabaya. (21/3/17) pukul 13.00 WIB.

Suladi selaku Mantan Pengurus Pasar Bandarejo Sememi sebagai Seksi Perlengkapan saat ditemui awak media mengatakan, Awalnya yang datang ke Kantor Pengurus adalah Sunyoto bersama Wasio.” Lantas saya disodori Kwitansi yang sudah ada nominal uangnya dan minta tanda tangan saya didalam Kwitansi tersebut untuk sebagai Saksi Orang Kantor, Tuturnya.

Suladi menambahkan, Saya tidak pernah tahu yang bernama Indah Wati itu orangnya seperti apa.” karena waktu itu yang datang Sunyoto dengan membawa uang sebesar Rp. 16,000,000,- (enam belas juta rupiah) lalu diserahkan ke Hamedi. Saya hanya dikasih uang Rp. 500,000,- (lima ratus ribu rupiah) saja sebagai uang Fee,” Jelas Suladi.

Permasalahan Jual – Beli Stand berawal saat Sunyoto telah melakukan pembayaran atas pembelian Stand di Pasar Bandarejo Sememi Surabaya, Yang ada di Blok G/67 sebesar Rp. 33,000,000,- (tiga puluh tiga juta rupiah) kepada Suladi dengan bukti Kwitansi yang ditanda tangani oleh Indah Wati pada tanggal 28 September 2015. Namun pada saat hendak ingin ditempati, Stand tersebut telah ditempati oleh orang lain.

Mujiono selaku Mantan Ketua Pengurus Pasar Bandarejo Sememi saat ditemui awak media mengatakan.” Hamedi saat itu mengajukan nama Indah Wati guna mendapatkan Stand Pasar Bandarejo yang baru dibangun Pemerintah Kota Surabaya.” Tutur Mantan Ketua Pengurus Pasar Bandarejo Sememi.

Mujiono menambahkan, Saya tidak pernah tahu Jual – Beli Stand Pasar Bandarejo Sememi yang dibeli oleh Sunyoto. Yang saya ketahui bahwa Indah Wati bukan seorang Pedagang dan tidak pernah Berdagang di Pasar Bandarejo Sememi Surabaya.” Waktu itu yang datang kepada saya adalah Wasio untuk mengajukan Stand Pasar dengan membawa KTP dan KSK Sunyoto untuk dijadikan Buku Pasar,” Jelas Mujiono.

Mafia Stand Pasar Bandarejo Sememi Surabaya sangat Terorganisir, Terstruktur dan Masif. Belum ada kejelasan permasalahan Pengerusakan Pasar Swadaya Bandarejo Sememi yang dilakukan oleh terduga HAMEDI. CS ke Polrestabes Surabaya yang ditangani Satreskrim Unit Jatanum, Kini muncul lagi persoalan Jual – Beli Stand Pasar yang diadukan ke Polrestabes Surabaya oleh Pedagang.

Di lapangan banyak menemukan pedagang masih banyak yang menjadi Korban dari Mafia Stand Pasar Bandarejo Sememi, Akan tetapi Pemerintah Kota Surabaya seakan tidak mau peduli dengan Nasib Wong Cilik. (Bnd)

 

Facebook Comments