Australia Melecehkan Ideologi Pancasila

0
88

JAKARTA, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Terkait adanya insiden yang mengakibatkan Indonesia memutuskan kerja sama pelatihan bahasa antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pasukan pertahanan Australia atau Australian Defence Force (ADF), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan bahwa Kepala Staf Angkatan Udara Australia Marsekal Mark Donald Binskin telah meminta maaf.

“Saya menerima surat dari Marsekal M Binskin bahwa, satu meminta maaf atas kejadian tersebut. Yang kedua akan melakukan revisi kurikulum, yang ketiga akan melakukan tim investigasi, yang keempat mengirimkan Kepala Staff Angkatan Darat mereka untuk menghadap KSAD dan saya untuk permohonan maaf,” kata Gatot kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore.

Menurut Panglima TNI, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan menyambut baik niat yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Marsekal Mark Donald Binskin tersebut.

“Saya  mohon adakan tim investigasi dulu, tidak usah mengirimkan tim Army-nya, kemudian setelah itu baru kita bicarakan lagi,” tegas Panglima TNI.

Tentunya berdasarkan hasil investigasi itu, menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, akan dilakukan evaluasi atas kelanjutan kerja sama pelatihan bahasa antara TNI dengan ADF.

Diakui Gatot, bahwa kerja sama antara TNI dengan ADF itu sebenarnya sudah berlangsung lama, dan diperbarui lagi berdasarkan komite pada saat dirinya ke Australia beberapa waktu lalu. Adapun yang sekarang ini, menurut Gatot, baru Oktober kemarin dikirimkan.

Ada Pelecehan.Sebelumnya, usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian, di Hotel Bidakara, Kamis (5/1) pagi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan, penghentian sementara kerja sama militer dan pertahanan antara TNI dengan ADF karena pihak Australia melecehkan ideologi negara Indonesia, Pancasila.

“Penghentian kerja sama militer antara kedua negara tersebut terkait adanya pelecehan terhadap ideologi Pancasila dan kurikulum pendidikan militer,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, pelecehan yang dilakukan Australia itu terlalu menyakitkan, yaitu tentang tentara yang dulu, tentang Timor Leste dan tentang Papua yang terus merdeka, serta Pancasila yang diplesetkan menjadi Pancagila dengan lima silanya yang tidak benar.

Mengenai sampai kapan penghentian kerja sama ini dilakukan, Panglima TNI mengatakan, menunggu sampai adanya hasil investigasi dan penyelesaian, serta klarifikasi dari pihak militer Australia kepada TNI.

“Saya sampaikan bahwa, untuk sementara kerja sama di bidang pendidikan militer dihentikan dulu dan akan kita evaluasi. Saya tidak akan ke Australia, tapi menunggu dari hasil investigasi,” kata Panglima TNI.(Red)

Facebook Comments