Bersatunya Cinta Ratu Dan Raja Di Air Terjun Putuk Truno

0
406

PANDAAN, Momen tahun baru yang kebetulan bersamaan dengan libur panjang anak sekolah, hal itu banyak yang  memanfaatkan untuk berwisata keluarga. Namun untuk liburan itu mau pilih yang wisata seperti apa,,,!!! karena di jawa timur ini banyak wisata yang mengundang hati untuk berlibur, seperti wisata alam, wisata religi dan wisata kota tua. Contoh seperti kota Pandaan yang dikenal dengan sumber mata air meneral, namun semua itu tidak lepas dari wisata alam air Terjun Putuk Truno yang cukup indah.

Lokasi wisata  alam air terjun Putuk Truno ini adalah sebuah perkampungan kecil yang dihuni sekitar 150 rumah tangga, berlokasi diatas bukit yag terjal dengan ketinggian 3 ribu meter dari permukaann laut, yang terletak di kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan sebelum naik ke wisata Tretes.img-20170102-wa0030

Nur Khotijah salah satu pengunjung air terjun Putuk Truno ini mengatakan, tahun baru kali ini kami sekeluarga sengaja datang ke Pandaan, karena kami setiap tahun hanya berlibur di daerah sendiri (surabaya red).” Ini tadi saya sudah dari Tretes makanya saya ingin tahu air terjun Putuk Truno ini seperti apa, karena selama ini hanya mendengar dari cerita dari orang,” katanya yang jauh-jauh datang dari surabaya.(1/1/2017)

Memang banyak alasan para wisatawan yang datang ke air terjun Putuk Truno, karena pemandangan yang indah. Kebanyakan yang berkunjung hanya sekedar ingin berwisata, sekaligus mengetahui sejarah dan cerita asal-usul air terjun Putuk Truno ini. Dari pantauan dilokasi reporter Brata Pos ribuan wisatawan yang hadir di air terjun Putuk Truno ini dari berbagai wilayah di jawa timur.

Sejarah air terjun Putuk Truno ini adalah : Putuk Truno dari kata Putuk ( bahasa jawa ) yang artinya gunung kecil atau tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya. Dan Truno dari nama Joko Taruno ( disebut juga Joko Truno atau turunan ).

Beliau pangeran dari majapahit Putra Hayam Wuruk dengan seorang selir. Konon sang pngeran menaruh hati pada seorang putri bernama sri Gading Lestasri putri raja Arya Wiraraja sebuah kerajaan di Madura, dan keduanya saling mencintai. Sang pangeran berniat untuk mempersuntingnya, tetapi ayahanda sang putri menantang pernikahan tersebut dengan alasan Joko Taruno anak dari seorang selir bukan ( ratu ).

Melihat cinta keduanya sangat sulit dipisahkan, akhirnya sang putri diasingkan disebuah air terjun di Daerah Purwodadi Jawa Tengah. Tempat itu dipasang pagar gaib agar sang putri dan Joko Taruno tidak berhubungan lagi. Air terjun tersebut sekarang dikenal dengan nama Coban Baung ( Serigala ). Dan sang putri juga diju;uki Putri Baung, hingga kini pada sat tertentu air terjun akan terdengar suara Baung atau Serigala sebagai ungkapan hatinya.

Namun Joko Taruno tidak patah semangat dengan kekuatan cinta keduanya tidak dapat dipisahkan oleh siapapun. Dan keduanya sama-sama semedhi ( Tapa Brata ). Akhirnya Joko Taruno dapat menembus pagar gaib yang menghalangi. Sang putri diboyong ke tempat Joko Taruno bertapa yang kini dikenal dengan Air Terjun Putuk Truno. Ditempat inilah kisah asmara kedua insan tersebut bersatu abadi, dengan dibuktikan adanya tenger ( tanda ) berupa petilasan di atas air terjun ( Air Terjun Patuk Truno) juga dinamakan ( Air Terjun Keabadian ) sehingga orang yang berkunjung ke tempat ( Air Terjun Patuk Truno) ini akan mendapat berkah Cinta Yang Abadi. (Tim)

Facebook Comments