Curi HP Paket Kiriman, 6 Karyawan Toko Online Di Tangkap Polis

0
113

JAKARTA, Enam Karyawan toko online terkenal yang kerap mencuri di perusahaan ditangkap Tim Resmob Polsek Cilincing. pelaku ditangkap setelah paket pesanan yang akan dikirim ditemukan barang lain yang tidak sesuai pesanan konsumen.

Pelaku di amankan pihak security perusahaan dengan Kepolisian saat bekerja di perusahaan yang berada di Jalan Inspeksi Kirana Cakung Drai, Rorotan, Cilincing Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).

Dari para pelaku, petugas menyita berbagai macam merek handphone, powerbank, flashdisk, USB dan beberapa lembar invoice order.

Keenam tersangka adalah AA, 22, MA, 26, ATJ, 24, AA, 25, AAF, 24, FM, 21, dan ABP, 20. Dua rekan pelaku masih buron dana dalam pengejaran.

“Kami masih lakukan pemeriksaan. Para pelaku beraksi berkomplot dan ada juga yang bermain sendiri. Dua rekannya yang kabur masih kami kejar,”ujar Kapolsek Cilincing, Kompol Ali Zusron, Rabu (28/12/2016).

Dijelaskan Kompol Ali Zusron, Aksi komplotan karyawan ini sudah berlangsung sekitar satu tahun. Mereka bebas beraksi tanpa dicurigai perusahaan lantaran bertugas di bagian packing barang dan pickie (pencari barang pada gudang). “Dalam menjalankan aksinya mereka sengaja memesan barang murah lewat online, seperti pempers hingga kanebo,” katanya.

Setelah dibayar lewat transfer bank sehingga keluarlah picklist yang berisi nama pemesan, tujuan pemesan serta jenis barang. Kemudian para pelaku mengambil barang yang dipesan dan barang yang akan dicuri di dalam gudang penyimpanan. Pengiriman barang ditujukan ke alamat rumah para pelaku dengan nama yang berbeda-beda.

“Barang yang dipesan itu memang sengaja dibeli pelaku dengan harga murah, seperti pempers, kanebo dan USB. Yang mempaketin barang itu para pelaku juga, lalu mereka diam-diam selipkan di dalam paket itu berbagai merek handphone mahal,” ujar Kompol Ali Zusron.

Dikatakan Kapolsek aksi pencurian itu terbongkar, pada Jumat (23/12) lalu ketika security tidak sengaja memeriksa barang paketan yang akan dikirim. Saat dilakukan pengecekan barang yang akan dikirim dibarcodenya ternyata tidak sesuai dengan isi barang paketan.

Misalnya barcode pengiriman USB, pempers dan lainnya ternyata saat dibongkar isi paketnya ada 4 handphone bermerek. “Para pelaku mengakui perbuatannya dilakukan berkelompok mau pun perorangan. Handphone mereka ambil dari penyimpanan didalam gudang tanpa diketahui perusahaan,” tukas Kompol Ali Zusron. (Edi)(*Red)

Facebook Comments