Pengacara Terdakwa Beberkan Pledoi, JPU Kebingungan

by
img20161205121622

GRESIK, Sidang lanjutan yang ke 10 (sepuluh) kasus dugaan pemalsuan surat slip gaji yang dilakukan terdakwa Agus Setiabudi (53) yang beralamat Kepadangan RT. 02 – RW. 01 Desa Kepadangan, Kec. Tulangan – Sidoarjo berbeda dengan sidang sebelum-sebelumnya.

Lantaran sidang kali ini ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSP-KEP) Kabupaten Gresik ngelurug ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Gresik Jln. Raya Permata no. 2 Desa Kembangan Gresik untuk mengawal dan melihat langsung sekaligus mendengarkan pembacaan pembelaan terhadap temannya itu.img20161205120129

Ratusan buruh tersebut dapat kawalan dari pihak ke polisian dari polres Gresik. Tujuan buruh tersebut datang ke kantor Pengadilan Negeri untuk mengawal temannya yang jadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan surat slip gaji. sidang hari ini senin (05/12/16) mengagendakan pembacaan pembelaan yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa.

Sidang ke 10 ini yang mengagendakan pembacaan pembelaan yang dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa yakni Efendi yang dipimpin langsung oleh Hakim I Putu Gede Astawa. Hakim memberikan terlebih dahulu waktu kepada kuasa hukum terdakwa yakni Efendi untuk membacakan berkas pembelaan.

Dalam berkas pembacaannya Efendi mengatakan, bahwa dalam tuntutan JPU yang nuntut terdakwa Agus 1 tahun keberatan.” Karena terdakwa korban diskriminasi, apa lagi yang dilaboratorium yang diperiksa di polda jawa timur hanyalah kop surat bukan stempel, jadi JPU menuntut terdakwa hanya mengada-ngada,” katanya.

Pihak perusahaan mencari-cari kesalahan terdakwa.” sampai hari ini tidak ada orang yang tahu siapa yang membuat surat, namun Agus tidak patah semangat untuk memperjuangkan teman-temannya, karena terdakwa menjabat sebagai Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK)  di PT. Titani di Jln. Raya Driyorejo Gresik,” sambungnya.

Jaksa memaksa tuntut terdakwa 1 (satu) tahun, jadi JPU bertentangan dengan keterangan saksi yang sudah dihadirkan dipersidangan sebelumnya.” tanda tangan menurut keterangan saksi dibuat Linawati alias Ernawati, karena kop surat itu berada di meja Ernawati, jadi terdakwa tidak terbukti. JPU dalam dakwaannya tunggal, untuk itu saya sebagai pengacara keberatan terhadap JPU yang menuntut agus 1 (satu) tahun,” jelasnya.

Setelah selesai dibacakan pembelaannya Hakim memberikan waktu kepada terdakwa untuk memberi penjelasan karena biar tidak menyalahi aturan, namun terdakwa tidak mau, dan sidang dilanjutkan hakim memberikan waktu kepada JPU untuk menanggapi yang dibacakan oleh pengacara terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Gresik, Junita Sahetapy saat mendengar pembacaan pledio oleh kuasa hukum terdakwa hanya mendengarkan saja dan tidak ada komentar apa pun, hanya duduk manis. Setelah selesai persidangan wartawan mencoba minta stetmennya dari JPU namun JPU langsung lari ke ruangnya.

Sunandar DPC (FS KEP) Gresik mengatakan, minta kepada rekan-rekannya untuk terus mengawal persidangan ini.” hingga tanggal 8 (delapan) besok tuntutan, dan tanggal 8 (delapan) besok harus lebih banyak lagi untuk mengerahkan massa,” katanya. (jml/wld)

 

Facebook Comments