Kepala BPBD Kabupaten Gresik Rela Jalan Kaki Menerjang Derasnya Air Demi Masyarakat

0
204

GRESIK, Kepala Badan enanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik yaitu Abu Hasan, didampingi kepala logistik Minhad, serta Camat Bungah Roeddy Poerwanto, Sekretaris Kecamatan Kiki Nuriyadi, kepala Desa Bungah Muhamad Nasihin, serta beberapa pegawai BPBD turun langsung kelokasi banjir dan membagikan paket sembako serta makanan siap saji sebanyak 100 paket yang sudah dibungkus warna putih.

Sembako sebanyak 100 paket itu disalurkan ke 5 (lima) Desa, yakni Desa Bungah, Desa Tiremenggal, Desa Madumulyo, Desa Baron, dan Desa Dukun Anya. karena 5 Desa itu yang paling terparah terkena banjir yang ada di wilayah Gresik utara. Selain memberi bantuan logistik BPBD juga mendirikan tenda pengungsian yang dipusatkan di Desa Tiremenggal dan Madumulyo.

Kepala BPBD Kabupaten Gresik Abu Hasan mengatakan, BPBD tidak tutup mata dalam penanggulangan bencana, kita terus komonikasi dengan Kepala Desa dan Camat, dengan tujuan untuk menenangkan warga.” maka dari itu kita hari ini turun langsung ke warga yang terkena banjir, karena air semakin tinggi mencapai 50 cm. Dan kita juga bagi-bagi logistik ke warga agar kita bisa mengatasi beban warga,” ucapnya ditengah-tengah banjir (01/12/16).

Tahun ini Pemerintah Daerah melalui BPBD Gresik menganggarkan dana untuk membeli logistik sebesar Rp. 174,000,000,- (seratus tujuh puluh empat juta rupiah). Jadi kemungkinan besar cukup ditahun ini untuk bimg20161201130600eli logistik.

Masyarakat selalu waspada, karena pada saat ini sungai bengawan solo siaga merah.” baru saja saya dapat laporan dari Lamongan dan Bojonegoro, kalau debit sungai siaga merah. Kemungkinan jam 18.00 wib sampai Gresik, jadi masyarakat harus waspada,” sambungnya.

Kepala Desa Bungah Much Nasihin saat dampingi kepala BPBD mengatakan, problem utama banjir yang berada di Kecamatan Bungah dan Kecamatan Dukun, dikarenakan belum dibangunnya tanggul penahan.” selama belum dibangun tanggul penahan Kecamatan Bungah tetap banjir,” katanya.

Maka kami berharap kepada Pemda agar tanggul penahan itu segera dibangun.” sehingga tidak lagi warga kebanjiran lagi,” harapnya.

Siti Fatimah (40) warga Desa Bungah mengatakan, saya senang atas bantuan logistik ini, karena beberapa hari mulai dari awal datangnya air ke perkampungan sampai 5 (lima) hari ini warga makan seadanya, karena tidak bisa keluar rumah.” alhamdulilah hari ini ada bantuan dari pemerintah. Semoga saja tidak hanya sembako, karena kami juga butuh obat-obatan, karena mulai banyak yang terserang penyakit,” katanya sambil menunjukkan ketinggian air didalam rumahnya.

Kepala bagian logistik Minhad mengatakan, kita terus memantau dan terus memberikan sembako kepada warga dan makan siap saji.” agar masyarakat tidak dibebani terkait banjir ini. Kita memberikan sembako yakni beras 5 (lima) kilo, gula, mie instan, minyak, dan sarden,” katanya. (jml/wld)

Facebook Comments