Kuasa Hukum Terdakwa ; Jaksa Ngawur Dalam Tuntutan 1 Tahun Pada Terdakwa Agus

0
257

GRESIK, Pudin Saprudin Jaksa Penuntutu Umum (JPU) dari kejaksaan Negeri Gresik hari senin tanggal ( 28/11/16 ) mengagendakan Sidang tuntutan terhadap terdakwa Agus Setiabudi dengan kasus dugaan selip gaji karyawan. Sidang tersebut dilaksanakan di ruang Candra I Pengadilan Negeri Gresik kelas I B Jalan Raya Permata No.6 Greimg-20161130-wa0012sik.

Di depan Majelis Hakim, JPU membeberkan alasannya menuntut terdakwa, di antaranya terdakwa tidak mengakui perbuatannya, terdakwa merugikan nama baik PT. Titani Alam Semesta yang menunggak pembayaran kartu kredit atas nama terdakwa sebesar Rp 23,000,000,- ( dua puluh tiga juta rupiah ) serta terdakwa berbelit-belit.

Di singgung atas dasar apa JPU menuntut terdakwa 1 tahun penjara, Pudin mengaku sudah melakukan upaya pemanggilan paksa saksi Ernawati. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan pengurangan setengah tahanan kepada terdakwa. Meski, selama persidangan, JPU belum bisa membuktikan kalau yang membuat surat keterangan gaji adalah Agus Setiabudi.

“Kami bukan tidak bisa menghadirkan, tapi karena Ernawati tidak bisa kami temukan. Kami juga sudah melakukan pemanggilan paksa,” ujar Pudin kepada awak media, Senin ( 28/11/2016 ).

Efendi, Kuasa Hukum terdakwa Agus Setiabudi menilai tuntutan jaksa penuntut umum ( JPU ) Pudin Saprudin tidak sesuai dengan fakta persidangan. Bahkan, ia menyatakan kalau JPU telah mengada-ada dengan tuntutannya.

“Tuntutan itu sangat mengada-ada karena tidak sesuai dengan fakta di dalam persidangan. Sudah jelas Agus tidak terbukti membuat surat keterangan gaji. Saya sangat keberatan dengan tuntutan itu,” kata Efendi.

Efendi menjelaskan, 2 ( dua ) saksi meringankan Agus di dalam surat keterangan gaji ada nama Linawati. Dan dua saksi operator itu mengatakan kalau Linawati adalah Ernawati. Ernawati juga mempunyai nama lain yakni Jeni, Nur Aini dan Linawati. Dia berganti-ganti nama jika berususan dengan pihak Bank.

“Sudah jelas surat yang dibuat Linawati adalah Ernawati. Jadi Ernawati lah yang bersalah. Agus hanya menjadi korban saja,” jelas Efendi.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, I Putu Mahendra akhirnya menutup persidangan dan menunda sidang pada hari Senin, 5 Desember mendatang. (jml/wld)

Facebook Comments