Penurunan Upah Di Batalkan Gubernur Jawa Timur

0
201

SURABAYA, Senin ( 21/11/2016 ) unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, ribuan buruh dari berbagai daerah, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan.

Uddin sebagai Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur mengatakan, 5 ( lima ) wilayah itu yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan tergabung dalam Gerakan Aksi Tolak Upah Murah ( GASTUM ), katanya.

Aksi kali ini diikuti lebih dari 20 ( dua puluh ) serikat buruh atau serikat pekerja dan elemen lainnya, sambungnya. Ribuan massa, masih kata uddin, menuntut agar Gubernur Jawa Timur segera merevisi Pergub Jatim No.121/2016 tentang UMK di Jawa Timur tahun 2017, di dalam Pergub tersebut UMK daerah Ring 1 rata-rata sebesar Rp3,2 juta. Maka Gubernur harus merevisi UMK tersebut menjadi Rp3,6 juta, tuntutnya.

untuk memastikan bawah tuntutan buruh bakal di kabulkan, dengan sabar menunggu para buruh untuk mendengarkan stetmen dari Gubernur Jawa Timur.

Penurunan upah sendiri merupakan 1 ( satu ) bagian yang paling penting disuarakan buruh, karena UMK 2017 yang telah ditetapkan Gubernur memang berada di bawah nilai Upah Sektoral.

Dalam kesempatan berorasi di depan buruh, Soekarwo memastikan tidak akan ada penurunan upah bagi buruh. Dalam pidatonya Gubernur Jawa Timur ( Soekarwo ) mengatakan, Saya pastikan tidak akan mungkin ada penurunan upah, kata Soekarwo.

Soekarwo juga berjanji akan segera merevisi UMK 2017 jika uji materi PP 78/2015 dimenangkan oleh buruh. Maka uji materi dikabulkan, dan Soekarwo akan menjanjikan penetapan UMK direvisi dan tidak lagi berpatokan pada PP 78/2015.

Untuk menjamin tidak adanya penurunan upah, Soekarwo juga memastikan akan meminta Bupati atau Walikota di ring 1 ( satu ) yaitu Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto dan Gresik bisa mengusulkan Upah Sektoral sehingga bisa ditetapkan sebelum 30 Desember mendatang.

Sementara itu, usai mendapatkan kepastian dari Gubernur Jawa Timur ( Soekarwo ), ribuan massa akhirnya membubarkan diri dan kembali ke daerah mereka masing-masing. Jalan Pahlawan yang semula sempat ditutup akhirnya juga mulai dibuka kembali. Pengunjuk rasa sudah mulai meninggalkan Kantor Gubernur Jatim dengan tertib.(Bnd)

Facebook Comments