Lagi-lagi JPU Tidak Bisa Hadirkan Saksi Kunci

0
241

_dsc1978GRESIK, Sidang ke 7 (tujuh) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pudin Saprudin lagi-lagi tidak bisa menghadirkan saksi Ernawati dalam persidangan kasus dugaan pemalsuan surat keterangan gaji dengan terdakwa Agus Setiabudi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pudin Saprudin menyerahkan kasusnya ke Majelis Hakim.

Pudin membantah jika dirinya tidak bisa menghadirkan saksi Ernawati yang selama ini disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut. Ia mengaku sudah mencari Ernawati ke daerah Lasem, namun Ernawati tidak ada di tempat.“ Bukan kesulitan, namun alamat yang bersangkutan tidak kami temukan. Kami sudah mencarinya dan mendatangi ke lokasi di Suarabaya dan Lasem, tapi Ernawati tidak berada di tempat. Kami sudah menyerahkan bukti-bukti ke Majelis Hakim,” akunya Pudin kepada awak media usai persidangan, Senin (7/11/2016).

JPU, Pudin Saprudin kemudian meminta kepada Majelis Hakim untuk membacakan keterangan saksi Ernawati, namun kuasa hukum terdakwa Agus Setiabudi mengaku keberatan jika keterangan Ernawati itu dibacakan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Putu Gede Astawa, SH MH, Hakim anggota Putu Mahendra dan Herdiyanto Sutantyo, di ruang Candra I Pengadilan Negeri Gresik kelas I B Jalan Raya Permata No.6 Gresik, Jawa Timur, akhirnya menunda Senin 15 November 2016 mendatang sekitar pukul 09.00 WIB dengan agenda menghadirkan saksi dari terdakwa.

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa Agus Setiabudi,  Efendi mengatakan, bahwa dengan tidak hadirnya Ernawati di persidangan ini menjadi pertanyaan besar. Karena saksi kunci dari kasus ini, dan dari keterangan saksi sebelumnya sudah mengarah ke Ernawati.“ Kenapa sampai hari ini Ernawati belum bisa dihadirkan? Kalau memang sudah dilakukan 2 kali pemanggilan secara paksa tapi tidak hadir, Ernawati sudah tidak bisa dijadikan saksi. Karena jika harus dibacakan tidak kuat dan itu bukan sebagai alat bukti karena belum di bawah sumpah,” ujar Efendi. (Jml/wld)

Facebook Comments