Ditreskrimum Polda Jatim Bekuk Tersangka Penipuan Dan Penggelapan Berkedok Via Sms

0
292

SURABAYA, Polda Jatim Ditreskrimum berhasil ungkap tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan yang di alami oleh tersangka berinisial H.IS dan H.YA dengan korbannya bernama Bachri dan H.Zain (kamis,27/10/16)

Berawal Kronologi Kejadiannya pada bulan februari 2015 lalu, dari tersangka H.IS ini mengaku bernama Gus Imam (38) asal warga Kayangan, Diwek, Jombang selaku pengasuh Ponpes Sidiqiyah Ploso Jombang, Jawa Timur. Sedangkan H.YA (51) warga Wangkal, Kepuh, Jombang mengaku sebagai santri.keduanya tersangka bisa membantu korban.

Bahkan dari tersangka tersebut juga menunjukkan rekening BCA atas nama orang lain dengan saldo Rp. 720 Milyar. Lalu korban disuruh membuka rekening BRI untuk menerima hasil uang yang diritualkan menjadi berlipat ganda.

Alhasil dari Korban mempercayainya, akhirnya korban menyerahkan uang sesuai keinginan  tersangka secara bertahap total Rp. 2.681.000.000′, Dari Permintaan uang secara bertahap oleh tersangka tersebut dengan alasan untuk membeli kambing, infaq kepada anak yatim piatu, untuk mencampurkan uang yang sudah ada.

Saat bulan Juli 2015 lalu, lama-lama akhirnya pihak korban baru sadar bahwa dirinya telah ditipu, karena setelah penyerahan uang yang terakhir berupa uang dollar US $ 113.000 atau sekitar Rp. 1,5 miliar, yang saat itu tersangka menjanjikan akan memberikan uang sebanyak Rp. 100 Milyar kepada korban, namun tidak ditepatinya dan tersangka melarikan diri.

Modus Operandinya dua tersangka ini melakukan penipuan dengan dalih bisa meminjamkan uang tanpa bunga dengan syarat membayar uang infaq 5 persen terlebih dahulu.

Kini Barang  Bukti  yang di amankan oleh petugas berupa 1 foto copy nasegel kantor pos, 1 lembar foto tersangka, 1 lembar foto tersangka, 6  lembar  foto copy rekening Koran, 9 transkrip SMS,  2 lembar kartu ATM dan  lembar print out Rekening Bank BNI.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes.pol R.P Argo Yuwono menjelaskan,dari tersangka untuk menanggung perbuatannya di jerat dengan pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan di ancam hukuman paling lama 4 tahun penjara. (fzi)

Facebook Comments