Bermoral Bejat, Dosen Universitas Negeri Tiduri Wanita Bersuami

0
1359

SURABAYA. Kelakuan si keong racun,  laki laki yang bernama Wiryanto,  bergelar Doktor ini  dan berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri di Surabaya ini benar-benar kelewat batas, sebagai seorang pendidik yang notabene setiap kelakuan dan tindakan menjadi panutan bagi para mahasiswa yang di ajarnya.

ternyata jauh panggang daripada api, ibarat pagar makan tanaman, dengan nafsu binatangnya Wiryanto diduga kuat  meniduri, menggauli Ny SM, yang berprofesi sebagai pengurus Desa di wilayah kecamatan Sambikerep, entah sudah berapa kali Wiryanto  merusak pagar ayu tersebut,” Kita akan laporkan kepada pihak yang berwenang, kopertis ataupun pihak  managemen dimana dosen itu mengajar, kelakuannnya sudah seperti binatang,” Ujar Saiffuddin, tokoh agama setempat

Wiryanto lelaki yang berprofesi sebagai DOSEN, profesi DOSEN adalah profesi yang mulia,  sebagai pendidik mahasiswi dan mahasiswa.Menjadi seorang DOSEN adalah prestasi yang layak dibanggakan oleh keluarga, anak dan istri. Namun ibarat pepatah mengatakan,” Siapa menanam dia akan memanen , siapa menabur angin dia akan menuai badai.

Karena tidak kuat menahan birahi, sang dosen yang berjuluk si keong racun ini, tak tahan melihat kecantikan seorang wanita yang sudah bersuami, siapa yang tidak mengenal Doktor Wiryanto pengajar salah satu Universitas Negeri yang ada di Surabaya.

Laki-laki yang beralamatkan di Jl. Bangkingan Surabaya ini kelakuannya tidak jauh beda dengan binatang. Tidak ada norma, tidak ada aturan yang membuat moralnya bertambah baik, malah dengan bangganya dirinya menggauli wanita yang jelas-jelas telah bersuami. Hal tersebut dilakukan Wiryanto kemarin siang, sekira pukul 11:00, dirinya dan wanita yang berinisial SMY keluar dari kamar hotel yang berlokasi di Jl. Ngagel surabaya, dengan mengendarai mobil sedan Toyota Vios Nopol L 1195 ZX dirinya menggandeng mesra seorang wanita yang telah memiliki perikatan hukum atau telah bersuami.

Sungguh terlalu memang, saat wartawan Brata Pos konfirmasi kepada Ny. SMY dengan memelas dan menangis wanita tersebut mengatakan,” Tolong mas, saya khilaf, kasihanilah saya , jangan sampe ini dimasukkan koran, saya malu dengan tetangga, dengan masyarakat disini, kalau suami saya tahu, pasti ini akan berbuntut panjang,” Urai SMY.

Lebih jauh SMY menuturkan,” Saya ini pengurus masyarakat disini, dipercaya menangani ibu-ibu hamil, semua program bu risma juga saya ikuti, perkenalan dengan pak Wiryanto pada saat pemilihan walikota kemarin, dan latihan senam di sekitar citra land ini, kemarin saya dipaksa melakukan itu mas, benar benar khilaf, tolong jangan sampai masuk koran yaa,” Ungkapnya.

Secara terpisah Wiryanto saat dikonfirmasi merngatakan,” Iya mas, saya juga khilaf, saya juga tahu itu tidak boleh karena dia wanita yang bersuami, tapi gimana lagi , namanya juga khilaf, ke depan tidak akan saya mengulangi perbuatan tersebut, ini kan membuat reputasi turun, malu kalau sampai masuk media massa,” Urainya.

Apapun yang disampaikan sang dosen memang sebuah alibi atau alasan untuk mengkaburkan suatu perkara pidana,” Kelakuan bapak itu memang kurang ajar mas, bukan wanita yang bersuami saja yang telah dilahapnya, matanya itu kalau melihat perempuan cantik langsung nanar, tak berkedip, disini, kita kita sebagai mahasiswinya juga risih kalau melihat dosen yang keong racun begitu,” Ujar SW salah satu mahasisiwi dikampus . bersambung (red)

Facebook Comments