Ketua Panitia Penyelenggara Acara Konser Musik Group Band Paramore Dan DJ Dimatri Embat Duit 1, 8 Milliar

0
372
????????????????????????????????????

SURABAYA. Terdakwa Erfan Anugrah Asmoro (21) dan juga sebagai Ketua Paniti penyelenggara Acara DJ Even konser musik Group Band Paramore dan akan mendatangkan DJ Dimitri asal Amerika Serikat yang rencananya akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pertengahan bulan Juni 2015 lalu, kemari Senin tanggal (25/07/2016 menjalani persidangan diruang Cakra PN Surabaya yang mengagendakan keterangan saksi dan juga sebagai korban ulah dari terdakwa Erfan

Rencana mengadakan acara Even konser musik Group Band Paramore dan DJ Dimitri asal Amerika Serikat itu, para korban mencari investor dan bertemu terdakwa Erfan, terdakwa pun menjanjikan keuntungan sebesar 20 persen dari hasil penjualan tiket, namun itu hanya omongan palsu belaka dari terdakwa Erfan.
lantaran sudah menipu Andias Siauw dkk, senilai Rp 1.845.000.000.

????????????????????????????????????

Anggraini, SH Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya mendatangkan saksi yaitu As dkk, dan juga sebagai korban saat sebagai Investor dari terdakwa.

Dalam perkara No 1621/Pid.B/2016/PN SBY, dalam dakwaannya Jaksa Anggraini menjelaskan. “Terdakwa Ervan menggandeng As untuk mencari investor untuk menggelar konser musik dengan mendatangkan group band Paramore dan DJ Dimitri Vegas And Like Mike dari Amerika Serikat, yang akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pertengahan bulan Mei 2015 lalu,”katanya.

Saat presentasi, Ervan menjanjikan jika ada investor yang mau memberikan modal Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar, maka investor dapat keuntungan hingga 20 persen. Mendengar hal tersebut, As, yang tinggal Jalan Babatan Pantai Surabaya, lalu menghubungi rekan-rekannya. “Mereka yang menjadi korban diantaranya, Saksi Bl (inisial) sebesar Rp. 1.100.000.000, saksi Hs (inisial) sebesar Rp. 570 juta, dan saksi Ak (inisial) sebesar Rp 175 juta,”sambungnya.

Namun pada tanggal yang disepakati, ternyata terdakwa Ervan tidak bisa menggelar acara konser musik tersebut dengan dalih terhalang jadwal hingga bulan Agustus 2015. Merasa ditipu. “Akhirnya Andias bersama rekan-rekannya sepakat mendatangi rumah terdakwa Ervan, saat itu juga, petugas Polda Jatim mengrebek rumah terdakwa Ervan. “Terdakwa Ervan diancam pidana sesuai Pasal 372 KUHP tentang penggelappan dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara,” terang Jaksa Anggraini, usai persidangan diruang Cakra PN Surabaya.

Korban inisial (AK) saat diwawancarai oleh awak media di luar Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengatakan, dirinya mengalami kerugian 200 juta ulah dari terdakwa Erfan. “Saya berharap kepada Jaksa dan pak Hakim yang menangani kasus ini dijatuhi hukum yang seadil-adilnya,”katanya. (Jml)

Facebook Comments