Sarasehan Wakil Bupati, Dr. Mohammad Qosim Bersama Serikat Buruh Dan Pekerja

0
330

GRESIK. Wakil Bupati, Dr. Mohammad Qosim mengundang seluruh serikat buruh dan pekerja untuk Bersarasehan bersama, acara yang berlangsung di Gedung WEP (Wahana Ekspresi Pusponegoro) pada Rabu (4/5/16) berlangsung meriah. Acara tersebut juga dihadiri segenap anggota Forkopimda Gresik, Kapaolres, dandim, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Ketua Apindo, Perwakilan BPJS Gresik, dan dari beberapa perwakilan Rumah Sakit rujukan BPJS yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Qosim didepan ratusan buruh menyampaikan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua buruh yang ada di Gresik, karena bisa menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan di Gresik. “Saya sangat hormat dan bangga dan simpatik kepada semua buruh di Gresik, karena pada hari buruh kemarin tidak melakukan demo yang mengganggu ketertiban masyarakat dan tidak anarkis serta menjaga kondisi stabilitas kamtibmas di Gresik,”senengnya.

Orang nomor dua di Gresik ini menambahkan, sudah semestinya saat kita memperingati hari buruh, kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan seperti yang teman-teman buruh tunjukkan hari ini. “Hari buruh merupakan momentum untuk kita saling bersatu diantara sesama buruh, bahkan bersatu dengan pemangku kepentingan yang lain. dan tidak menciptakan keresahan dimasyarakat terutama pemakai jalan,”imbuhnya Qosim.

Kapolres Gresik, AKBP. Adi Wibowo mengatakan, terima kasih buat teman-teman buruh yang hadir diacara ini, karena pada hari buruh kemarin benar-benar menjunjung tinggi atas Stabilitas Kamtibmas, Kapolres juga berpamitan kepada semua unsur buruh di Gresik. “Saya mohon pamit karena akan bertugas ditempat yang baru. Dan saya juga akan sampaikan ke pengganti saya tentang kondisi serta kerjasama yang baik antara Polisi dengan buruh di Gresik selama ini,”ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Mulyanto mengatakan, acara Sarasehan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan hari buruh se dunia. “Selain Sarasehan, kami sudah menggelar beberapa pelatihan, yaitu pelatihan damkar, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), operator alat berat. Kami juga mengadakan Istighosah, sosialisasi BPJS Tenaga kerja maupun BPJS Kesehatan” ujar Mulyanto.

Sunandar ketua KSPI jatim mengatakan, Sarasean ini sengaja dilaksanakan untuk bersepakat bagaimana investasi di Gresik yang aman dan nyaman guna untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. “Tentunya semua pihak yang ada hubungan dengan industrial wajib mentaati aturan perundang-undang, maka dalam pertemuan Sarasehan ini, kami atas nama pimpinan organisasi FSP KEP dan KSPI Gresik meminta  pemerintah betul betul berperan aktif terhadap SKPD yang menaungi ketenaga kerjaan. Bagaiman peran pengawasan terhadap pengusaha yang masih melanggar upah termasuk K3 itu harus segera ditindak, dan juga FSPKEP mengkritisi terkait pelayanan BPJS kesehatan yang masih carut marut sistem pendaftaran yang ruwet,”katanya disela-sela acara.

Sunandar menambahkan, pelayanan rumah sakit yang masih diskriminatif antara peserta BPJS dengan umum,  “yang jelas jangan sampai antara BPJS kesehatan, Dinkes, serta rumah sakit saling lempar tanggung jawab sehingga ini perlu duduk bersama. Maka dengan acara Sarasehan yang dikemas oleh Kadisnaker, kami sangat menyambut baik, karena ini sebagai ajang evaluasi untuk solusi, sehingga akar permasalahan bisa teratasi, insyaallah bila semua Stick Holder mempunyai komitmen yang sama, maka investasi yang kondusif dan berkeadilan akan bisa tercapai, dan Gresik akan menjadi barometer daerah-daerah yang lain,”pungkasnya. (Jml)

Facebook Comments