Maraknya Pencurian Janur di Backingi Oknum Perangkat Desa

0
397

MALANG – Warga  Dusun Bringin, Desa Lambangsari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang akhir-akhir ini resah dengan maraknya pencurian Janur, Karena setiap hari warga sering kali kehilangan janur, akhirnya pemilik pohon kelapa yang seringkali hilang janurnya, bersepakat mengintai para pelaku yang sering beraksi di ladang mereka.

Alhasil hari selasa (13/04/16), pagi warga dan pemilik janur berhasil memergoki keempat pelaku yang sedang mengambil janur di kebun mereka, betapa kagetnya pemilik kebun tersebut, karena keempat pelaku pencuri janur itu masih tetangga sendiri, yaitu, MA, SM, HSN, dan MFR, semuanya warga Lambangsari.

Setelah ke-empat tertangkap basah akhirnya para pelaku diajak kerumah pemilik kebun yang janurnya dicuri beserta barang bukti janur dalam keadaan sudah diikat, sebanyak 3 ikat besar yang saat ini masih tersimpan dirumah korban yang bernama Toha, warga Bringin Desa Lambagsari yang sejak lama bekerja di Surabaya.

Setelah kejadian tersebut Toha selaku pemilik kebun dan pohon kelapa tersebut, menghubungi  perangkat desa yang berinisial AH, melalui telepon selulernya, untuk melaporkan kejadian yang sedang dialaminya, namun jawaban dari perangkat Desa tersebut malah menyudutkan korban, dengan kata-kata, “Kalau Tidak Terima Janurnya dicuri Jangan ditanam di kebun, Tanam saja di depan rumahnya biar aman” ucap Toha yang sedana diucap AH pada Koran ini.

Dua hari setelah kejadian tersebut korban mengadukan ke LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) Jawa Timur, untuk membantu menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan, mengingat para pelaku masih tetangganya sendiri. “Untuk membuat kesepakatan bahwa pelaku tidak akan mengulangi kembali perbuatannya dikemudian hari, namun kesepakatan itu menjadi batal karena ulah Oknum Perangkat Desa yang selalu melindungi para pelaku pencuri janur, “Terangnya Toha.

Bahkan perangkat Desa yang berinisial AH, sempat mengancam korban dengan mengajak Carok, (berkelahi red), sambil berkata. “Bahwa didaerah sini tidak ada polisi yang berani menangkap para pelaku pencuri janur apalagi penadah atau juragan yang biasa membeli janur dari tangan pencuri, karena pembeli janur tergolong orang kuat yang kebal hukum di wilayah Kabupaten Malang, khususnya daerah Dampit, “imbuhnya Toha.

Ditempat terpisah Direktur Eksekutif LPK Jawa Timur, Achmadi MS, membenarkan dengan adanya mediasi terhadap laporan korban yaitu Toha, terkait pencurian janurnya di Desa Lambangsari. “Memang awalnya sudah ada kesepakatan antara pelaku dan korban untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan jalan damai/kekeluargaan, namun tiba-tiba kesepakatan itu menjadi terhambat dengan adanya campur tangan perangkat Desa AH, “terang Achmadi.

Tambah Achmadi. “Kalo memang benar informasi yang saya terima dari warga dan LSM setempat, bahwa para pelaku pencuri dan penadah janur hasil curian di beckingi aparat setempat, itu sangat di sayangkan, karena aparat penegak hukum wajib melindungi rakyat yang menjadi korban kejahatan, bukan malah di takut-takuti apalagi sampai mengajak berkelahi, Polisi tidak boleh tutup mata, harus menangkap para pelaku pencuri yang telah meresahkan warga, “tegas Achmadi yang menjabat Pimred (Pimpinan Redaksi Pemburu ini).

Toha menambahkan, kebanyakan korban pencuri janur di Desa Lambangsari tidak berani melapor ke Polisi, karena begitu ada pencurian janur tertangkap tangan langsung di selesaikan oleh oknum aparat Desa setempat. “Anehnya bukan malah jerah para pelaku pencuri janur ini, malahan 2 tahun belakangan ini semakin marak dan meresahkan warga, untuk itu warga tidak pernah menikmati hasil panen, karena pohon kelapa yang telah diambil daunnya tidak pernah berbuah lagi, “pungkasnya. (jml/red).

Facebook Comments