Kontraktor Nakal, Proyek Dikerjakan Asal-Asalan

0
375

SAMPANG-BRATA POS, Pembangunan irigasi air yang ada di Desa Madupat Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang ini bukti bahwa pekerjaan yang tidak memenuhi standar kelayakan. Diduga sangat tidak sesuai RAB /BESTEK yang ada, berdasarkan temuan dan hasil investigasi Wartawan Brata Pos dilapangan Kamis tanggal 03/12/2015 Proyek pembangunan yang dianggarkan dari APBD tahun anggaran 2015 dalam rangka untuk meningkatkan infrastruktur pembangunan irigasi yang tersebar dibeberapa kecamatan di kabupaten Sampang sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dari hasil temuan dan investigasi dilokasi pekerjaan serta tanggapan masyarakat sekitar, karena kualitas pekerjaannya yang kurang baik diduga asal jadi, perusahaan atau kontraktornya tidak memperlihatkan mutu dan kualitas pekerjaanya sesuai standar kelayakan. menurut keterangan salah satu pekerja proyek Imron mengatakan,”dari awal pekerjaan memang sudah ada kejanggalan, tidak adanya Papan Informasi dan biasanya pembangunan irigasi titik nol saya sempat bingung, tapi mau gimana lagi,”jelasnya.

Lain halnya yang diungkapkan Suto juga pekerja proyek mengatakan,”setahu saya pemborong atau kontraktornya H.Wesik jadi saya tidak tau kalau tidak ada papan namanya saya hanya bekerja dan di bayar itu saja,“ungkapnya.

Tujuan adanya papan pelaksanaan adalah agar masyarakat mengetahui dan masyarakat bisa mengontrol langsung atas pekerjaan yang di laksanakan oleh pemerintah. Berdasarkan perpres No 54 uu tahun 2010 dan perpres No 70 uu tahun 2012 semua pengerjaan pembangunan jalan fisik yang di biayai oleh negara harus di sertai atau di pasang papan pelaksanaan.
Artinya proyek berbentuk apapun yang di biayai oleh pemerintah tanpa adanya papan pelaksanaan dan rambu-rambu itu tidak sesuai dengan Peraturan Presiden dan itu merupakan pelanggaran yang merugikan masyarakat dan juga menimbulkan karupsi.(Tim)

Facebook Comments