WARGA TOLAK TAMBANG EMAS PT. BSI, BERBUNTUT MERUSAK ASET

0
520

BAYUWANGI BRATA POS. PT. Bumi Sukses Indo (BSI) mengalami nasib sial, ketidak nyamanan PT. BSI akibat selalu di guncang warga masyarakat anti tambang. Kejadian ini bermula katidak jelasan warga masyarakat sebatas mana tentang perijinan penambangan emas yang di kelola PT. BSI tidak terpampang, seakan tidak terbuka dengan publik dan kurang adanya sosialisasi terhadap warga masyarakat kalangan bawah.

Walaupun PT. BSI sudah banyak memberikan CSR kepada kepala desa dan bantuan bantuan yang lain, khususnya di kecamatan Pesanggaran. Namun bantuan itu sangat tersia-siakan tidak di sosialisasikan kepada warga masyarakat dan kurang adanya pendekatan antara humas PT.BSI memberikan pemaparan kepada warga masyarakat desa. Sehingga kepedulian PT.BSI sebaik apapun banyak yang tidak dimengerti masyarakat. Hal ini membuat kecemburuan sosial terhadap warga yang lain ingin berontak, mempertanyakan sejauh mana tentang perijinan PT. BSI dan komitmen terhadap putra daerah Banyuwangi untuk ketenagakerjaan, sehingga timbul antusias warga masyarakat Banyuwangi Selatan.

Untuk melaksanakan aksi demo Berawal tgl 18 November 2015 warga masyarakat unjuk rasa sekitar 200 orang ke PT. BSI meminta agar PT. BSI dalam waktu 1 minggu untuk menghentikan aktivitasnya, tepat satu minggu tgl 25 November 2015 PT. BSI melalui Setda Banyuwangi dilanjutkan kepala desa sekecamatan Pesanggaran memberikan undangan kepada warga masyarakat.

Sekitar 70 orang untuk diajak sosialisasi terkait apa yang selama ini menjadi keluhan warga masyarakat di Hotel Baru Indah (BI Jajag), dihadiri Setda atas nama Bupati Banyuwangi dan pimpinan pengelola tambang emas PT. BSI didampingi Kapolres Banyuwangi beserta Danlanal. Namun dalam waktu sekejap pertemuan warga masyarakat meninggalkan tempat secara serentak karena tidak ada kecocokan dalam dialog pertemuan, hanya berjalan 15 menit warga membubarkan diri dalam rapat, akhirnya kembali kewilayah pertambangan bergabung dengan masyarakat yang sedang menunggu hasil dari pada sosialisasi namun hasilnya non-sent.

Kekecewaan warga masyarakat tidak bisa dibendung walaupun harus berhadapan dengan petugas dari Polri dan TNI yang bertugas untuk pengamanan huruhara. Sekitar seribu masa bentrok dengan petugas diduga 4 orang terkena timah panas saat petugas memberikan tembakan peringatan, suasana berubah menjadi panas, warga masyarakat mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga malam 26 November 2015 memasuki areal pertambangan PT. BSI membakar pos penjagaan dan gudang mesin drill. Sehingga alat-alat berat dan gudang habis dilalap api termasuk 16 sepada motor roda dua milik satpam dan sepeda motor milik karyawan ikut terbakar, juga alat berat Zavator banyak yang dibakar masa, emosi warga tidak bisa dibendung walaupun harus berhadapan dengan petugas Polri. Tak sedikit mobil yang rusak akibat amukan masa termasuk mobil patrol milik Polsek Siliragung, kaca depan pecah kena lemparan batu amukan masa dan dua anggota Polres Banyuwangi berlumuran darah akibat kena tepil masa.

PT Bumi Suksesindo menelan kerugian hingga hampir Rp 20 miliar akibat perusakan dan pembakaran infrastruktur tambang emas miliknya di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 25 November 2015. “Kerugiannya baik material maupun nonmaterial,” kata Arif Firman, satu direktur perusahaan itu kepada wartawan di Kantor Kecamatan Pesanggaran, Senin 7 Desember 2015.

PT Bumi Suksesindo, kata Arif, belum menyelesaikan pendataan berapa persen kerusakan infrastruktur akibat kerusuhan tersebut. Polres Banyuwangi bersama Polda Jawa Timur disebutkannya masih menyelidiki di lokasi.
Namun dia memastikan bahwa selain kerugian material, kerugian nonmaterial juga ditanggung masyarakat lebih luas. Dia menunjuk banyak pegawai yang sementara ini menganggur karena perusahaan terpaksa berhenti beroperasi hingga waktu yang belum diketahui.

Selain itu produksi tambang emas molor dari rencana semula pada tahun depan. “Akan tetapi kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi,” katanya.
Ke depannya, Arif menjelaskan, PT BSI berkomitmen untuk lebih terbuka dengan masyarakat sekitar tambang. Jumlah dana pertanggungjawaban sosial (CSR) sudah ditingkatkan dari Rp 1 miliar pada 2012 menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini. PT BSI juga telah merekrut sekitar 300 warga lokal untuk bekerja. “Tapi memang kami tidak bisa memuaskan semua pihak,” katanya.

Rencananya BSI akan memproduksi emas dan perak secara komersial dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3.000.000 ton per tahun, untuk mendukung produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1.000.000 oz. Perusahaan ini mengantongi izin usaha pertambangan dari Pemerintah Kabupaten Setempat dan izin pemakaian hutan dari Kementerian Kehutanan hingga 2030.

Sementara, Polda Jawa Timur menetapkan dua tersangka kerusuhan di kawasan tambang emas PT Bumi Sukses Indo (BSI), Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dua tersangka yakni GT, 19, dan SU, 45.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Keduanya diduga adalah orang yang harus bertanggung jawab atas pembakaran dan perusakan kantor PT BSI saat unjuk rasa pada 25 November lalu.

“Dua alat bukti sudah dikantongi penyidik dan keduanya memenuhi untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka,” kata Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/11/2015).
Penyidik masih mendalami unsur pidana lainnya dalam kasus ini. Saat ini sejumlah petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Laboratorium Forensik masih berada di Banyuwangi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan sejumlah saksi.

Sejumlah barang bukti yakni batu, pecahan kaca, dan benda lainnya disita penyidik. Polisi masih membidik pelaku lainnya dalam bentrokan polisi dan warga yang mengakibatkan empat orang terluka itu. “Dalam kasus ini selain Polda Jatim juga dibantu Polres Banyuwangi melakukan penyidikan,” ujar dia.

Lantaran tak ada titik temu, warga berunjuk rasa di depan kantor PT BSI, Pada 25 November 2015, ribuan warga menyerbu perkantoran dan lokasi tambang PT Bumi Suksesindo di Desa Sumberagung. Massa merusak dan membakar hampir seluruh infrastruktur tambang. Kerusuhan ini berbuntut bentrok antara warga dan aparat keamanan. Sedikitnya empat warga terkena tembak peluru karet dan dua polisi juga mengalami luka berat. (budi suntoko)

Facebook Comments