PENGAKUAN PIHAK PANTI PELAYANAN KASIH

0
220

SURABAYA-BRATA POS, Ujung dari kematian Sunari dan Kacong pihak panti pelayanan kasih merasa di diskriminasi oleh warga karena menurut Santi selaku pengelola panti pelayanan kasih mengatakan, sebenarnya ini perlu di luruskan karena selama saya ada di sini hampir 30 tahun tidak ada pegawai disini menerima laporan dari warga sambisari, kalau memang warga melaporkan itu melaporkan ke siapa trus siapa namanya. karena yang saya tau pasein saya yaitu Maria sering bersih-bersih di lingkungan sekitar area Makam, dengan kejadian seperti inilah sekitar 10 orang menggeruduk ke panti pelayanan kasih bahwa Maria (Paisien Cacat Mental) yang melakukan pembuangan segala macam kotoran ke dalam sumur, “katanya.Saya kan tidak tau selama ini pasien saya (Maria) yang melakukan karena waktu itu kebetulan Maria tertangkap tangan membuang sampah ke dalam sumur, waktu itu juga dari kami langsung bergerak cepat untuk menguras sumur itu, sampai terjadi kematian. Kalau memang ada warga melaporkan sebelum kejadian seperti ini.saya tindak lanjuti lho dan kita tidak akan lepas gitu saja,”tegasnya.

Santi membeberkan kebenarannya,”lagi pula dia (Maria) sudah bisa bersosialisasi dan bisa bermasyrakat, karena Maria tidak seperti orang gila pada umumnya, dan saya tidak melepas dia (Maria) karena bisa jalan seperti orang biasa dan bisa ke rumah ibadah (Gereja), kalau memang benar pasien saya yang melakukan nyabutin patokannya kuburan kenapa tidak laporan ke panti pelayanan kasih, karena yang saya tau tidak ada laporan dari warga, mungkin sebelum kejadian seperti ini warga melaporkan ke panti peduli kasih pasti saya tindak lanjuti jangan hanya di geruduk suruh cepet-cepet bersihin, “tambahnya

Dan saya berharap sama warga Dukuh Sambisari ayo kita duduk bersama cari solusi yang baik karena saya tidak mau kesalah pahaman antara panti dan warga dukuh sambisari tidak terulang lagi,dan saya tidak akan mungkin lepas tangan saya ikut terlibat juga, imbuhnya. (Jml/Bnd)

Facebook Comments